Selasa, 21 Januari 2020

Gebrakan Ekspor Akuakultur di Awal 2020

Gebrakan Ekspor Akuakultur di Awal 2020

Foto: ist/dok.DJPB-KKP


Banyuwangi (TROBOSAQUA.COM).  Subsektor perikanan budidaya membuka tahun 2020 dengan ekspor senilai Rp 13 miliar oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk ke Amerika Serikat, Jepang, Filipina dan Timor Leste.

 

Rinciannya, ekspor fillet ikan nila senilai Rp 3,4 miliar dengan tujuan ekspor AS, olahan ikan nila senilai Rp 3,5 miliar ke Filipina; dan olahan ikan sidat dengan nilai Rp 6,1 miliar ke Jepang. Selain produk olahan ikan, dilakukan juga ekspor pakan ikan senilai Rp 300 juta ke Timor Leste.

 

Gelar ekspor tersebut dilakukan secara serentak pada Senin (13/1) yakni Banyuwangi -  Jawa Timur, Medan - Sumatera Utara dan Cirebon - Jawa Barat.

 

Dari catatan yang diterima Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tahun 2019 ekspor perusahan tersebut didominasi oleh produk akuakultur dengan nilai lebih dari Rp 438 miliar. Nilai ini tercatat naik signifikan yakni sebesar 54% dari tahun 2018 yang mencapai Rp 284 miliar.

 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan - Slamet Soebjakto Senin (13/1) menyatakan KKP sangat mengapresiasi upaya swasta termasuk Japfa yang terus fokus dalan pengembangan akuakultur, khususnya komoditas yang orientasi ekspor seperti udang, nila dan sidat. Menurutnya komoditas udang memberikan share hampir 40% terhadap total ekspor perikanan. Apalagi ini ada sidat yang justru sangat berpeluang dalan menggenjot devisa ekspor.

 

"Mulai saat ini kami tengah merancang bagaimana produktivitas akuakultur ini bisa terus digenjot, meningkatkan efisiensi dan nilai tambah melalui pengelolaan yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Tentu kami akan gandeng private sektor dan memfasilitasinya guna memastikan iklim usaha dan investasi bisa kondusif. Satu satunya jalan agar sub sektor akuakultur memberikan kontribusi besar bagi pertumban ekonomi ya kita harus genjot ekspor melalui industrialisasi”, tegas Slamet.

 

Slamet juga menambahkan bahwa semakin meningkatnya ekspor produk akuakultur menunjukkan bahwa kualitas produk, manajemen ketelusuran dan jaminan keamanan pangan semakin baik.

 

Slamet juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan ekspor pakan yang dilakukan. “Ekspor pakan ini luar biasa, karena selama ini kita impor, bahan baku utama seperi tepung ikan dan kedelai, tutup Slamet

 

Sementara itu Head of  Aquaculture Division PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk, Ardi Budiono, saat dimintai keterangan mengatakan bahwa sebelumnya pihak perusahan telah beraudiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo guna menyatakan komitmennya mengembangkan udang, nila dan sidat untuk orientasi ekspor.

 

"Ekspor perdana mengawali tahun 2020 ini, bukti komitmen kami untuk berkontribusi dalam meningkatkan devisa ekspor melalui produk produk akuakultur. Kalau melihat komposisi jenis komoditas yang diekspor di tahun 2019, justru ikan sidat memberikan kontribusi yakni dengan nilai mencapai Rp 31 milyar. Saya rasa ini komoditas akuakultur yang kedepan bisa jadi fokus pengembangan", jelas Ardi.

 

Ditanya terkait seberapa jauh keberterimaan produk akuakultur nasional di pasar ekspor, Ardi mengatakan bahwa preferensi negara buyer terhadap produk akuakultur asal Indonesia cukup tinggi. Terlebih menurutnya produk akualultur Indonesia telah terjamin dari aspek keamanan pangannya.

 

"Saya rasa ini jadi nilai tambah tersendiri bagi kita untuk mendorong supply share ekspor kita di berbagai negara tujuan utama seperti USA, UE, Jepang dan negara negara tetangga Asean", pungkasnya

 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas yang juga turut hadir dalam kegiatan pelepasan ekspor mengatakan pentingnya berkoordinasi dan berkerjasama untuk membangun sektor perikanan, khususnya di Banyuwangi.

 

"Koordinasi itu penting dan saya rasa ini sudah mulai dilakukan KKP dengan pihak Pemda. Kami berkomitmen untuk menjadikan sektor ini menjadi unggulan ekonomi daerah. Oleh karenanya, dukungan Pemerintah Pusat menjadi sangat penting", ungkap Anas.  ist/rw/meilaka

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain