Sabtu, 11 Januari 2020

Kasus Tambak Tak Berijin, Penahanan Petambak Udang Bengkulu Ditangguhkan

Kasus Tambak Tak Berijin, Penahanan Petambak Udang Bengkulu Ditangguhkan

Foto: dok. datuk


Bengkulu (TROBOSLIVESTOCK.COM). Ade Feriwan (35 tahun), petambak udang di desa Bakal Makmur, kecamatan Maje, kabupaten Kaur, provinsi Bengkulu ditangguhkan penahanannya oleh hakim Pengadilan Tinggi Bengkulu sejak Rabu (8/1).
 
“Ya benar klien kami ditangguhkan penahanannya sejak tanggal 8 Januari kemarin setelah permohonan penangguhan penahanan yang kami ajukan dikabulkan hakim,”  ujar Finandes Maurisya, penasihat hukum Ade melalui telepon, Jumat (10/1) sore.
 
Sebelumnya Ade divonis majelis hakim PN Bintuhan 2 tahun penjara dan denda Rp 20 juta subsider 1 bulan pada sidang di PN Bintuhan, Kabupaten Kaur, Rabu (18/12). 
Hakim menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan budidaya udang tanpa mengantongi Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan diperintahkan untuk langsung ditahan. Begitu sidang dinyatakan ditutup, Ade langsung dinaikan ke mobil tahanan untuk selanjutnya diberangkatkan ke Lapas Kelas IIB Manna.
 
Pada sidang sebelumnya, Jumat (13/12) sore, Jaksa Penuntut Umum Gufron dari Kejari Bintuhan menuntut terdakwa dengan pidana penjara 3 tahun 6 bulan dan denda Rp 20 juta subsider 3 bulan kurungan serta barang bukti berupa dua unit genset dan 40-an kincir disita untuk negara. 
 
Atas putusan tersebut, Ade melalui penasihat hukumnya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bengkulu pada tanggal 24 Desember 2019 lalu yang disertai dengan permohonan penangguhan penahanan.
 
Dijelaskan Nandes - sapaan akrab pengacara ini, untuk keputusan bandingnya sendiri masih dalam pemeriksaan majelis hakim PT Bengkulu. Ia berharap, kliennya dibebaskan hakim mengingat kliennya termasuk pembudidaya kecil dengan luas tambak kurang dari 5 ha dan bersifat perseorangan sehingga tidak diwajibkan memiliki SIUP sebagaimana diatur dalam UU No. 31/2004 tentang Perikanan yang telah diubah menjadi UU N0. 45/2009 dan Peraturan Menteri KKP No 49/2014. 
 
Meskipun begitu, kliennya juga sudah menunjukan itikad baik untuk mengurus izin dan telah mengantongi tiga izin yakni, izin tata ruang, izin lingkungan dan nomor induk berusaha (NIB).
 
Sementara pada sidang putusan sebelumnya majelis hakim yang diketuai Purwanta, SH, MH dah hakim anggota Erip Erlangga, SH dan Alto Antonio, SH, MH, sependapat dengan jaksa bahwa terdakwa tidak termasuk kategori petambak kecil karena sudah menggunakan kincir dalam menjalankan budidaya dan hasilnya bukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.   
 
Warga Kota Bengkulu tersebut ditahan oleh penyidik Unit Tipiter Satreskrim Polres Kaur sejak (7/11) di Lapas Kelas IIB Manna. Ade diamankan atas laporan Polisi Nomor : LP/491-A/X/2019/BKL/RES KAUR, tanggal 2 Oktober 2019 dengan tuduhan tambak yang diusahakannya belum mengantongi SIUP. 
 
Kemudian penahanannya dilanjutkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur seiring pelimpahan tahap kedua dari penyidik tindak pidana tertentu (Tipiter) Polres Kaur, Selasa (19/11) dan mulai disidang sejak Senin (25/11).
 
Setiap sidang dengan terdakwa Ade, selalu menyita perhatian para petambak di daerah ini dan belasan di antaranya hadir menyaksikan sidang. Pasalnya, di kabupaten Kaur terdapat sekitar 22 tambak udang perorangan yang belum mengantongi izin. Namun baru Ade yang diseret ke meja hijau. ed/datuk
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain