Jumat, 20 Desember 2019

Ekspor Benih Lobster Berdampak Negatif Bagi Perekonomian

Ekspor Benih Lobster Berdampak Negatif Bagi Perekonomian

Foto: dok.KKP


Jakarta, (TROBOSAQUA.COM). Wacana pembukaan kembali pintu ekspor benih lobster hasil tangkapan ditentang oleh Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara).

 

Kiara mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk menghentikan wacana ekspor benih lobster Indonesia ke luar negeri, karena akan membuat eksploitasi semakin tidak terkendali.

 

Kiara juga menilai KKP belum menjalankan mandat UUNo. 7 / 2016 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

 

“Wacana kebijakan ekspor benih lobster tidak masuk akal dan tidak strategis di tengah maraknya penyelundupan,” ujar Sekretaris Jenderal KIARA, Susan Herawati pada Rabu (16/12).

 

Susan menerangkan, guna memuluskan kebijakan rencana ekspor lobster, Edhy Prabowo juga mewacakan akan merevisi Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia, alih-alih menambal skema transisi pemberdayaan ekonomi paska larangan ekspor lobster.

 

“Seharusnya Menteri KP tegas memberantas praktik penyelundupan benih-benih lobster Indonesia sampai ke akar-akarnya. Membuka wacana ekspor benih lobster hanya akan semakin membuat suasana di masyarakat kontraproduktif,” tegas Susan.

 

Susan menjelaskan, KKP telah menyelamatkan benih lobster sebanyak 6.669.134 ekor, terhitung sejak tahun 2014-2018. Adapun jumlah uang yang diselamatkan hampir mencapai nilai 635,59 miliar Rupiah (tabel 1).

 

Tabel 1. Data pencegahan ekspor benih lobster dan nilai uang yang diselamatkan

 

Satuan Tahun
2014 2015 2016 2017 2018 2019
Ekor 140 545.935 1.346.484 2.237.240 2.539.317 6.669.134
Nilai Rp (Miliar) 0,02 27,3 71,7 71,7 464,87 635,59

Sumber : Kiara (2019)



Susan mengungkapkan, pasca diterbitkannya larangan ekspor benih lobster melalui Permen No. 56 tahun 2016, KKP tidak memiliki skema transisi yang jelas. Hal ini menimbulkan sebagian besar pembudidaya lobster harus beralih profesi dari nelayan ke profesi lain.

 

Kiara menilai dalam membangun keberlanjutan sumberdaya perikanan harus memastikan memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk perekonomian Indonesia, khususnya untuk masyarakat bahari sebagai aktor utama perikanan. Bukan justru sebaliknya membuka keran ekspor benih lobster yang jelas akan berdampak bagi keberlanjutan sumberdaya perikanan sekaligus perekonomian Indonesia.

 

 “Daripada terus membangun wacana ekspor benih lobster yang kontraproduktif, seharusnya dalam tiga bulan pertama masa kerjanya, Edhy Prabowo memastikan keberlanjutan sumberdaya perikanan Indonesia terpelihara, baik ketegasan hukum dalam pemberantasan penyelundupan maupun pemberdayaan ekonomi nelayan,” pungkas Susan Herawati. ist/meilaka

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain