Minggu, 15 Desember 2019

Aqua Cal+TM Si Penetral Tambak

Aqua Cal+TM Si Penetral Tambak

Foto: 
James Sumitaro (kanan) dan Tim DNA di pameran Aquatica Asia dan Indoaqua 2019

Dengan produk Aqua Cal+, petambak tidak perlu lagi menyifon kotoran dalam tambak selama budidaya, karena limbah budidaya yang beracun sudah dinetralkan
 
 
Acara Aquatica Asia dan Indoaqua 2019 yang dilaksanakan di Balai Kartini Jakarta (6 - 7/11) telah sukses diselenggarakan. Ajang pameran kali ini tidak hanya diisi oleh pemain-pemain lama di industri perikanan, tetapi ada juga perusahaan-perusahaan baru yang turut serta. Salah satunya adalah PT Dian Natura Agrifarma (DNA) yang menawarkan berbagai produk dengan brand Aqua Cal+TM . Produk yang relatif baru di dunia perikanan Indonesia, terutama udang, ini mengundang penasaran para pengunjung pameran. 
 
 
Saat ditemui di stannya, James Sumitaro dari manajemen DNA menjelaskan seputar produk yang dipamerkannya itu. Produk unggulan yang ditawarkan oleh James adalah Aqua Cal+TM yang berbahan aktif utama berupa magnesium. Menurutnya, produk ini berfungsi mempermudah manajemen kualitas air tambak selama budidaya. 
 
 
Lebih rinci James menjelaskan bahwa, produk tersebut bisa mengendapkan partikel-partikel solid limbah budidaya yang mengambang di dalam tambak. Terutama feses udang dan dan sisa pakan yang tidak dimakan. “Partikel-partikel Aqua Cal+TM ini akan mengikat dengan solid-solid bakterial. Dan itu akan jatuh ke dasar kolam,” katanya. 
 
 
Uniknya setelah bahan organik ini diikat dan dijatuhkan, bahan aktif Aqua Cal+TM akan menetralisir racun-racun yang terkandung di dalamnya. “Dibawah itu kotorannya akan diikat, sehingga amonia tidak bisa dirilis ke dalam perairan. (Kerjanya) Seperti probiotik, tapi ini lebih cepat karena bisa mengikat,” jelas James. 
 
 
Dengan sistem kerja seperti itu, tambah James, lumpur akan tetap ada di dasar tambak. Hanya saja kondisinya sudah netral dari zat racun yang biasa terkandung dalam lumpur. Dan volume lumpurnya pun tidak sebanyak saat tidak menggunakan Aqua Cal+TM. Oleh karenanya petambak tidak perlu lagi melakukan sifon untuk membuang kotoran. “Dan ini tentunya mengurangi ritme pergantian air. Pergantian air dilakukan untuk mengganti penguapan saja,” ujarnya. 
 
 
Aplikasi 
James menjelaskan bahwa sebagai produk pengelolaan kualitas air, Aqua Cal+TM tidak digunakan di kolam penampungan, tetapi langsung di kolam budidaya. Secara umum, penggunaannya bisa dilakukan selama 2 kali dalam seminggu dengan dosis yang relatif sangat sedikit. “Satu hektar dari awal (budidaya) sampai selesai (panen) itu hanya 600 ppm (part per million),” jelasnya.
 
 
Untuk mengoptimalkan kerja produk, dosis penggunaannya selalu didasarkan pada beberapa parameter budidaya. “Aplikasi real-nya kita perlu kalkulasi stock density (populasi udang), jenis udang, dan kondisi air. Apakah air baru atau lama,” rinci James semangat. Termasuk jenis kolamnya sendiri, apakah kolam tanah atau sudah dilapisi HDPE. 
 
 
James juga mengatakan bahwa zat aktif dalam Aqua Cal+TM itu akan bertahan lama di dalam media budidaya. Sehingga ia tidak menyarankan untuk melakukan sifon di tengah-tengah budidaya karena akan membuang zat aktifnya. Bahkan, katanya, saat budidaya telah selesai pun tidak dian-jurkan untuk membersihkan dasar tambak hingga habis. 
 
 
“Zat aktifnya juga berfungsi setelah panen. Setelah clearing airnya, nanti kotoran dalam kolam itu sudah tidak ada lagi. Sangat bersih dan tidak ada bau amonia,” jelas James. Bahkan, zat aktif yang tertinggal di dasar kolam ini masih bisa bermanfaat untuk kegiatan budidaya selanjutnya. 
 
 
Setelah dua tahun eksis di dunia perudangan, Aqua Cal+TM sudah memiliki banyak customer dari berbagai daerah seperti di Cirebon dan Lampung. “Kita sekarang menuju Sulawesi dan Sumatera yang lain,” ungkap James menjelaskan rencana pemasarannya. TROBOS Aqua/Adv
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain