Kamis, 28 Nopember 2019

Pelatihan Bisnis Budidaya Udang Vanname

Pelatihan Bisnis Budidaya Udang Vanname

Foto: dok.rizky


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Mina Indonesia menggelar pelatihan budidaya udang selama 2 hari materi 1 hari kunjungan di tambak di Maxone Hotel - Jakarta pada Kamis (28/12).

 

Mina Indonesia adalah perusahaan yang begerak dalam sektor pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perikanan, sudah pelatihan budidaya udang ke 6 kalinya.  Pelatihan bisnis budidaya udang kali ini dibuka oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto,

 

Slamet menyatakan, pelatihan ini sangat strategis karena pemerintah akan membangun sektor perikanan budidaya udang yang menjadi primadona ekspor. Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Edhy Prabowo juga menyampaikan kepada kami, bahwa tambak-tambak tradisional yang produksinya 1 tahun hanya 1 ton saja, agar ditingkatkan minimal menjadi 5 ton, begitu juga dengan yang intensif tanpa lupa memperhatikan segala pertimbangannya,” jelas dia.

 

Lamet menegaskan peluang pasar udang vaname masih tebuka lebar, baik untuk domestik maupun luar negeri. “Berdasarkan data yang disampaikan dari Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) pasar udang dunia masih membutuhkan bahan (udang) sebanyak 700.000 ton, untuk Indonesia sendiri masih membutuhkan sekitar  200.000 ton, jika saat ini ada bahan sekitar 200.000 ton atau produksi sebanyak itu maka akan terserap oleh Unit Pengolahan Ikan (UPI) disini,” urai dia.

 

Menyambung Slamet, Chief Operation Officer (COO) Mina Indonesia Andri Saputra menyampaikan, saat ini sudah banyak teknologi baru yang diterapkan dalam budidaya udang vaname. Kemudian di era 4.0, untuk cek kualitas air tambak, pemberian pakan, dan lain-lain sudah otomatis dipantau dengan komputer atau ponsel pintar (smartphone). Ini merupakan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari.

 

“Kami menggelar pelatihan guna mendukung program pemerintah, mensinergikan antara pelaku usaha, pemerintah, teknologi, serta investor untuk menjalankan usaha budidaya udang yang berkelanjutan,” ungkap Andri. Selama 3 hari pelatihan, dia berharap peserta manfaatkan kesempatan sharing dengan narasumber sebanyak-banyaknya, dan membangun jejaring sesama peserta pelatihan. ed/rizky

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain