Selasa, 26 Nopember 2019

Kebijakan Kelautan dan Perikanan yang Menghambat akan Dievaluasi

 Kebijakan Kelautan dan Perikanan yang Menghambat akan Dievaluasi

Foto: dok.asep


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Setelah sebulan dilantik Presiden, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo langsung tancap gas. Untuk mendalami permasalahan yang ada di sektor perikanan budidaya, Menteri Edhy mengumpulkan para pemangku kepentingan perikanan budidaya dalam sebuah acara "Stakeholders Meeting Bidang Perikanan Budidaya" di Gedung Mina Bahari 3, KKP, Jakarta (25/11).

 

Dalam kesempatan ini, Edhy menyampaikan optimismenya untuk kembali mengembangkan perikanan budidaya. "Setelah beberapa kali bertemu stakeholder di beberapa acara dan di daerah-daerah. Secara prinsip ada optimisme yang saya tangkap (soal budidaya)," ungkap Edhy membuka diskusi.

 

Stakeholders yang hadir datang dari berbagai asosiasi pembudidaya, mulai dari pembudidaya ikan air tawar, udang, rumput laut, ikan hias, pelaku usaha pakan ikan dan udang, pemerintah daerah, hingga NGO. Sedikitnya ada 24 peserta yang menyampaikan langsung permasalahan yang dihadapi. Permasalahan yang dikeluhkan umumnya soal kebijakan yang kurang mendukung kegiatan budidaya.

 

Edhy berjanji akan mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang kurang mendukung tersebut. Karena itu sesuai dengan instruksi presiden untuk mempermudah perizinan yang berkaitan dengan usaha penghasil devisa.

 

"Kalau ada potensi usaha yang menghasilkan devisa, kalau izinnya bisa dipermudah, kenapa dipersulit," ujarnya menirukan ucapan presiden.

 

Tapi ia juga menekankan bahwa kemudahan perizinan yang akan diberikan itu, harus disertai dengan komitmen para pelaku usaha untuk bertanggung jawab dalam menjaga budidaya yang berkelanjutan. "Intinya di pengawasan," tegas Edhy. ue/asep

 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain