Kamis, 31 Oktober 2019

Jokowi Tinjau Budidaya Clownfish Sistem Mini Resirkulasi di Ambon

Jokowi Tinjau Budidaya Clownfish Sistem Mini Resirkulasi di Ambon

Foto: ist/dok.KKP


Ambon (TROBOSAQUA.COM). Presiden Jokowi mmeninjau aplikasi teknologi budidaya ikan hias nemo (clownfish) sistem mini Recirculation Aquaculture System (RAS) yang dikembangkan Balai Perikanan Budidaya Air Laut (BPBL) Ambon pada Senin (29/10).

 

Pada kesempatan tersebut, Jokowi bersama ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi korban bencana gempa Ambon. Dia juga mengunjungi stand BPBL Ambon yang menampilkan inovasi teknologi mini RAS dan kultur jaringan rumput laut.

 

Jokowi meminta untuk terus mengembangkan inovasi teknologi budidaya varian jenis ikan hias, termasuk rumput laut dan komoditas lainnya di masyarakat. Menurutnya, potensi pengembangan yang besar dan usaha yang menjanjikan menjadi nilai tersendiri dalam upaya pengentasan kemiskinan, khususnya pemulihan ekonomi masyarakat pasca terdampak bencana gempa.

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah bekerja sama dengan BPBL Ambon untuk percepatan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak gempa, melalui  program bantuan sosial berupa pemberian paket model usaha ikan hias clownfish dengan sistem RAS skala rumah tangga.

 

Disamping itu, pendampingan teknis oleh tim teknis dari BPBL Ambon juga akan diberikan termasuk dalam penanganan pasca panen dan proses pemasarannya.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangannya di Jakarta. Senin (29/10) menyatakan bahwa inovasi teknologi RAS menjadi fokus pengembangan KKP ke depan.

 

Dijelaskannya, teknologi ini mampu menggenjot produktivitas hingga 100 kali lipat dibanding teknologi konvensional. Khusus untuk ikan hias, instalasi RAS modern berkapasitas tinggi telah terpasang di BPBL Ambon. Sementara pada level masyarakat  telah disiapkan paket teknologi mini RAS (skala rumah tangga) yang siap pakai.

 

"Kita harus mulai membangun sistem produksi (perikanan budidaya) yang berbasis industri mulai dari industrialisasi benih, pakan, sarana dan prasarana produksi dan lainnya. Demikian halnya dengan teknologi, kita akan dorong ke arah teknologi yang menjamin produktivitas tinggi, adaptif, efisien dan ramah lingkungan,” jelas Slamet.

 

Bagi masyarakat Ambon, Slamet meyakini usaha budidaya rumput laut dan mini RAS jadi pilihan terbaik. Disamping nilai tambahnya cukup tinggi juga cash flow-nya lebih singkat.

 

“Khusus budidaya ikan nemo, kami justru telah menginisiasi kampung nemo di Ambon dan ini bisa jadi best practices sebagai alternatif usaha para korban gempa, pungkasnya. ist/meilaka

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain