Jumat, 18 Oktober 2019

Merintis Pakan Ikan Mandiri Berbasis Bungkil Kelapa Sawit

Merintis Pakan Ikan Mandiri Berbasis Bungkil Kelapa Sawit

Foto: ist/dok.DJPB-KKP


Banyuasin (TROBOSAQUA.COM). Bungkil kelapa sawit atau dikenal dengan palm karnel meal (PKM) merupakan produk sampingan pembuatan minyak kepala sawit yang berpotensi menjadi bahan baku pakan ikan.

 

Ditjen Perikanan Budidaya bersama Food and Agriculture Organization (FAO) mengembangkan pakan ikan patin berbahan baku PKM yang tersedia sepanjang tahun di provinsi Sumatera Selatan melalui proyek “Supporting Local Feed Self-Sufficiency for Inland Aquaculture Development in Indonesia”.

 

Bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia (World Food Day), Rabu (16/10), KKP melakukan panen perdana kolam percontohan pakan ikan mandiri di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jarwo di desa Sungai Regit, kec Talang Kelapa, kab Banyuasin, Sumatera Selatan.

 

Dalam keterangannya di Jakarta, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto sangat mengaspresiasi proyek pakan mandiri ini. “Kalau palm karnel meal atau disingkat PKM ini sudah berhasil dikembangkan, kita dapat mengurangi penggunaan tepung ikan yang selama ini sebagian besar kebutuhannya masih dari impor. Apalagi Indonesia merupakan penghasil PKM terbesar kedua setelah Malaysia," kata Slamet.

 

Sejak 2019 ini, KKP bersama FAO sedang mengembangkan pakan ikan mandiri berbahan baku lokal yaitu PKM melalui uji coba pakan untuk membandingkan efektivitas dan efisiensi dari formula pakan yang direkomendasikan FAO dengan pakan yang biasanya digunakan oleh pembudidaya patin. Uji coba ini melibatkan 6 kelompok pembuat pakan ikan yang berlokasi di Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang.

 

“Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pakan ikan khususnya patin yang berkualitas tinggi dan hemat biaya yang mampu diproduksi oleh produsen pakan skala kecil di Indonesia. Apalagi, pakan mandiri 80% memang digunakan untuk pakan ikan patin,” ujarnya.

 

Slamet menyatakan pakan mandiri saat ini semakin diminati dan menjadi andalan pembudidaya ikan skala keci. Pakan mandiri diyakini mampu memberi keuntungan, dengan menekan 30 – 50% dari biaya produksi. Selain itu, kualitas pakan mandiri mampu bersaing dengan pakan pabrikan”, tutur Slamet.

 

Dia berharap kepada pabrik pengolah kelapa sawit agar tidak mengekspor semua PKM, mengingat PKM ini merupakan bahan baku kaya protein yang dapat menjadi sumber bahan baku pakan ikan.

 

“Saya rasa pemanfaatan PKM ini bisa menjadi CSR (tanggung jawab sosial) perusahaan kepada kelompok pakan mandiri yaitu dalam bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan PKM bagi bahan baku pakan secara kontinu,” Slamet menyakinkan.

 

Pemanfaatan tumbuhan sebagai pengganti tepung ikan juga telah dilakukan oleh salah kelompok pakan mandiri di Lampung dengan mengembangkan tanaman legum indigofera. Beberapa referensi menyebutkan, Indigofera mengandung protein sebesar 23 - 26%, selain itu kaya serat dan kalsium. ist/meilaka

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain