Selasa, 15 Oktober 2019

Modern-kan Pembudidaya melalui Inovasi, Teknologi, dan Teknis Manajemen

Modern-kan Pembudidaya melalui Inovasi, Teknologi, dan Teknis Manajemen

Foto: 
Foto bersama customer Ocialis di booth Ocialis pada Ildex 2019

InMyFarm Lab dan Biosipec sebagai bentuk pelayanan Ocialis kepada pembudidaya
 
 
Budidaya perikanan, tidak hanya ditujukan untuk mendapatkan kuantitas produksi yang banyak, melainkan juga berkualitas tinggi, serta berkelanjutan. Untuk mendapatkan hasil panen berkualitas dan berkelanjutan tentu saja diperlukan berbagai faktor pendukung. Tidak hanya dari segi kualitas komoditas yang dibudidayakan, namun juga pakan yang diberikan, hingga segi teknis manajemen budidayanya. 
 
 
Mendukung pembudidaya dari segala aspek inilah yang ditonjolkan Ocialis, bagian dari ADM Animal Nutrition dalam gelaran ILDEX Indonesia 2019 di ICE, BSD City, Tangerang – Banten (18-20/9). Selain dengan promosi produk, Ocialis juga memberikan presentasi dalam seminar yang berjudul “Biosipec, an Innovative and Bio-Secured of Shrimp Farming” di Kalimaya 2 Room, ICE BSD (18/9) serta “Ocialis inMyFarm Lab Serve The Farmer Closely” di Cendana 1 Room, ICE BSD (19/9). 
 
 
Nabil Chinniah, Country Manager ADM - Animal Nutrition Indonesia mengatakan, modern-nya budidaya haruslah dimulai dari pembudidaya sendiri. Sehingga pembudidaya harus paham dengan inovasi, teknologi, dan teknis budidaya yang dilakukannya. “Jika hanya ingin membuat dan menjual pakan, siapapun bisa melakukannya. Karena, teknologi pembuatan pakan sudah ada sejak ratusan tahun lampau,” terangnya.
 
 
Menurutnya, yang lebih penting itu pembudidaya harus mengerti teknis, seperti manajemen kualitas air, manajemen pakan, manajemen panen, dan lainnya. Biar ikan yang diproduksi pun berkualitas, apalagi ikan itu komoditas penting. Dalam 3 – 5 tahun kedepan konsumsi ikan akan terus meningkat khususnya di Indonesia. Sehingga prospeknya sangatlah penting. oleh karena itu kami melihat prospek masa depan inilah yang menjadi tujuan utamanya,” ungkap Nabil. 
 
 
Analisa Lapang dengan InMyFarm Lab 
Prospek masa depan ini diamini pula oleh Marc Campet, Aquaculture Business Development Manager-Asia. Menurutnya, Indonesia sangatlah potensial karena merupakan salah satu sentra budidaya terbesar di Asia Tenggara. Untuk itulah, produsen pakan Ocialis mendukung kemajuan pembudidaya dalam menghasilkan produk yang berkualitas dengan manajemen berkualitas pula. 
 
 
Adalah InMyFarm Lab, layanan mobile lab yang disediakan oleh Ocialis dalam mendukung pembudidaya untuk meningkatkan produktivitas melalui solusi keberlanjutan, efisiensi, kesehatan, dan ramah lingkungan. Karena, sebut Marc, Ocialis ingin memberikan dukungan seoptimal mungkin bagi para pembudidaya dalam keberhasilan usahanya. 
 
 
“Seperti InMyFarm Lab ini, merupakan bentuk layanan kami untuk menjangkau pembudidaya langsung di lapangan. Sehingga bisa membantu pembudidaya dalam mengevaluasi kondisi kolamnya, hingga menentukan manajemen budidaya yang sesuai. Melalui produk-produk Ocialis, kami mendukung dari sisi teknis ini untuk menjamin hasil yang lebih baik bagi pembudidaya,” jelas Marc. Saat ini pembudidaya yang diberikan pelayanan ini difokuskan di daerah Jawa Timur, khususnya Tulungagung dengan komoditas patin, lele, gurami, dan nila. 
 
 
Layanan yang diberikan InMyFarm Lab terdiri dari analisa kualitas air, yang meliputi parameter-parameter seperti oksigen terlarut (DO), suhu, analisa plankton, salinitas, dan pH. Angga AP Nugraha, Technical Support Manager Fish Feed Division Ocialis menjelaskan, analisa dilakukan untuk menentukan parameter yang mempengaruhi kualitas air. 
 
 
Selanjutnya, layanan InMyFarm Lab juga meliputi evaluasi farm, dimana di¬lakukan identifikasi parasit dan penyakit ikan. Ada juga penanganan dan pencegahan penyakit, melalui layanan farm management. Tidak hanya disitu, InMyFarm Lab juga diberikan dalam bentuk layanan advise teknis budidaya kepada para pembudidaya. Yakni berupa manajemen pakan serta farmer seminar club. “Untuk membantu kontrol dan sistem recording (pencatatan), Ocialis juga menerapkan aplikasi mobile InMyFarm Aqua,” tambah Angga. 
 
 
Biosipec dengan Gravity System 
Tidak berhenti disitu inovasi yang dikenalkan Ocialis kepada customer (pelanggan), Ocialis juga mengenalkan inovasi teknologi budidaya udang yang mengedepankan kualitas produksi. Adalah Biosipec, teknologi tambak udang inovatif dengan penerapan tingkat biosekuriti tinggi. 
 
 
Angga mengungkapkan, Biosipec yang sudah diaplikasikan di Vietnam ini bertujuan untuk memperbanyak siklus frekuensi budidaya. Yakni, dengan memendekkan masa budidaya, supaya di dalam satu tahun siklus bisa berulang. Yang biasanya dalam satu tahun siklus udang 3-4 kali, dengan Biosipec, dalam satu tahun bisa mencapai 5 siklus udang. Dimana satu siklusnya sekitar 112 hari, yang lebih cepat dari siklus konvensional sekitar 120 hari. 
 
 
“Karena di situ ada tahapan Nursery (pendederan) 1 dan 2, baru tahapan Grow Out. Dimana Nursery 1 itu satu bulan, Nursery 2 satu bulan, dan Grow Out pun satu bulan. Biasanya petambak itu beli PL (post larva) dari hatchery petambak tidak dimasukkan nursery, tapi langsung masuk Grow Out. Di sini adaptasi menjadi terlalu ekstrim, sehingga tingkat kematiannya bisa tinggi dan pengendalian lingkungan susah, karena masih PL sehingga masih sangat rentan,” beber Angga. 
 
 
Di Biosipec, udang dipelihara untuk mencapai berat yang lebih aman dan tahan guncangan lingkungan baru dilepas ke Grow Out. Unggulnya teknologi ini dibanding teknologi nursery lainnya, ucap Angga, karena diterapkan sistem transfer gravity system yang dimulai dari Nursery 1 hingga Grow Out. Dan untuk pengembangannya, Biosipec ini mendasarkan pada empat pilar biosekuritas, yakni pengaturan pakan, training, water engineering, serta water bioremediation. Seperti dituturkan Angga, biosekuritas untuk Biosipec sangatlah ketat, khususnya untuk Nursery yang dilakukan di dalam ruangan tertutup dan suhunya terkontrol. 
 
 
Marc pun menambahkan peluang besar pengembangan Biosipec di Indonesia. “Sudah banyak petambak yang berminat. Hanya saja petambak masih melihat seperti apa investasinya, takut terlalu high-tech, terlalu mahal dan tidak bisa terakomodir. Tapi kami sangat memperhatikan kebutuhan petambak, makanya Biosipec ini bisa diadaptasikan sesuai bahan dan anggaran yang diterapkan. Jika butuh bahan lokal, maka kami siap menyesuaikan, yang penting bisa membantu petambak tahap demi tahapnya,” ujar Marc. 
 
 
Testimoni Pembudidaya 
Saat ini pakan Ocialis sudah mengembangkan sayapnya dengan membagi dua divisi daerah, yaitu daerah timur (East) dan barat (West). Melanjutkan hubungan baik dengan customer pun menjadi target utama Ocialis untuk terus berkembang. Untuk mempererat hubungan kekeluargaan dengan customer, Ocialis pun menyelenggarakan Gala Dinner Customer Ocialis bersama Management di B’Steak Grill n Pancake, Summarecon Serpong, Tangerang (18/9) malam. Dalam acara ini apresiasi pun diberikan kepada customer yang loyal dengan produk pakan Ocialis. 
 
 
Penghargaan ini antara lain diberikan kepada West area, dengan kategori best payment, best farmer, best omzet sinking feed, dan loyalty customer. Sementara untuk East area penghargaan diberikan dengan kategori best farmer, best omzet floating feed, dan best payment. 
 
 
Customer loyal Ocialis, PT Asnaya Anugrah Abadi diberikan penghargaan best omzet floating feed east area, buah kemitraannya dengan Ocialis. “Tentunya senang bermitra dengan Ocialis karena kualitas pakannya selama ini stabil, pelayanannya pun bagus. Jika ada komplain dan keluhan cepat ditanggapi. Mudah-mudahan kedepannya terus semakin bagus Ocialis,” tutur Rochimil Ghofar, perwakilan dari PT Asnaya Anugerah Abadi. 
 
 
Sementara itu penghargaan juga diberikan kepada loyalty customer west area yaitu UD Alisandra Jaya Abadi. Isma Wati yang mewakili UD Alisandra Jaya Abadi mengungkap rasa syukur dan kagetnya diberikan penghargaan ini. “Jika dikatakan sudah lama, ya sudah lama jadi customer Ocialis. Kita nyaman dengan Ocialis karena bisa konsultasi aktif, kita mengeluh selalu ditanggapi, selalu diberikan solusi. Makanya kedepannya saya harapkan kita bisa bersinergi lebih baik lagi untuk berkontribusi bagi perikanan di Indonesia,” tegas Isma. Trobos/adv
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain