Selasa, 15 Oktober 2019

Sanacore® GM : Preventive Action untuk White Feces

Sanacore® GM : Preventive Action untuk White Feces

Foto: 
Tim Adisseo Indonesia pada ILDEX 2019

Sanacore® GM bekerja dalam sistem pencernaan udang dengan menekan pertumbuhan dan menghambat aktivitas bakteri patogen (quorum sensing inhibition), mencegah perkembangan parasit (EHP), serta membantu dalam recovery sel yang sudah rusak sehingga terjadi peningkatan sistem imun udang dan kemampuan bertahan menghadapi penyakit berak putih.
 
 
Gelaran Ildex (International Livestock, Dairy, Meat Processing, and Aquaculture Exposition) Indonesia ke-4 tahun 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Tangerang Selatan, Banten, menjadi istimewa bagi perusahaan Adisseo. Perusahaan asal Perancis ini tengah memperkenalkan Nutriad, perusahaan yang baru diakuisisinya setahun yang lalu. 
 
 
Menurut Country Manager Adisseo, Meiti Ifianti, alasan Adisseo menggandeng Nutriad karena memiliki produk-produk sejenis yang diterima dengan baik di pasar. “Adisseo melihat produk ini bagus di market,” tambahnya. Adisseo Indonesia saat ini sudah memiliki dua orang team tambahan yang didedikasikan untuk mengembangkan bisnis Aqua di Indonesia yaitu Martha Mamora sebagai Application Manager Aqua Culture untuk APAC/ISC dan Kurniawan Ristono sebagai Area Sales Manager. Diharapkan dengan adanya tim yang didedikasikan khusus untuk Aqua, Adisseo akan lebih dekat lagi dengan customers. 
 
 
Preventive Action 
Ditemui di stannya, Application Manager Aquaculture APAC/ISC Nutriad become Adisseo, Martha Mamora menceritakan salah satu produk feed additive (im¬buhan pakan) unggulan yang dimiliki oleh Nutriad. Produk tersebut adalah Sanacore® GM yang bekerja untuk mencegah udang dari penyakit White Feces (WF/berak putih).
 
 
Lebih rinci Martha menjelaskan bahwa Sanacore® GM bekerja dalam sistem pencernaan (hepatopankreas dan usus). “Jadi ke arah meningkatkan sistem imun dengan mengoptimalkan kondisi saluran pencernaan karena WF yang ditemukan di tambak merupakan luruhnya saluran pencernaan yang telah rusak dan penyebabnya hingga saat ini diyakini disebabkan oleh beberapa faktor seperti bakteri patogen Vibrio, parasit seperti EHP, dan dipicu faktor stres lingkungan,” ujarnya. 
 
 
Martha menambahkan bahwa penanganan yang tepat untuk penyakit berak putih adalah dengan cara pencegahan (preventive). Sehingga ia sangat menganjurkan penggunaan Sanacore® GM dilakukan sejak awal masa budidaya. Sanacore® GM juga dapat mengurangi kematian dan meningkatkan pertumbuhan dari tambak yang sudah terkena WFD, hanya hasilnya tentu tidak sebaik pencegahan. 
 
 
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, ia menyarankan penggunaan produk ini dilakukan selama proses budidaya berlangsung. Karena menurutnya hasil pemantauan di lapangan memperlihatkan outbreak penyakit ini dapat terjadi dalam waktu yang random. “Bisa saja ketika kita sudah aplikasi sejak awal budidaya namun pada DOC 40 - 50 WF tetap muncul karena ada pemicu lain seperti stres lingkungan dimana perubahan cuaca sekarang yang semakin tidak menentu, sehingga diseases bisa terjadi kapan saja,” ujarnya. 
 
 
Namun demikian, dosis penggunaannya akan terus berkurang sejalan dengan usia budidaya. Semakin bertambah DOC udang maka dosis Sanacore® GM yang digunakan juga semakin menurun. 
 
 
Konsultasi 
Selain Sanacore® GM, Nutriad sebetulnya memiliki banyak produk specialiti untuk perikanan. “Produk Nutriad itu beragam namun beberapa sedang dalam proses registrasi dan kami juga memiliki beberapa produk unggulan dari Adisseo,” ungkap Martha. Produk Nutriad become Adisseo yang kini sudah teregistrasi secara komersil di Indonesia saat ini untuk Aquaculture sudah lebih dari 3 jenis produk yaitu Sanacore® GM (Health Program), Lipogest dan Rovabio (Digestion Program), Aquavit C, Selisseo, dan Rhodimet (Speciality Nutrition Program). 
 
 
Produk Sanacore® diaplikasikan melalui penambahan di dalam pakan dan kini sudah ada yang ditambahkan langsung ke dalam pakan oleh salah satu pabrik pakan di Indonesia (custom feed). Namun, saat ini Martha juga sedang mencoba mengaplikasikan produk ini langsung kepada petambak (Farm care program). Tentunya program ini sudah menjadi satu paket dengan konsultasi agar para petambak dapat mengetahui bagaimana cara mengaplikasikannya. 
 
 
Jika petambak ingin menggunakan Sanacore® GM namun tidak mau ada tambahan aktivitas untuk aplikasi di lapangan, maka tim dari Nutriad become Adisseo akan mencoba berkomunikasi dengan pihak pabrik pakan. Hal ini memudahkan petambak dimana penambahan produk langsung dilakukan selama proses produksi pakan yang tentunya dengan berbagai syarat yang ditentukan oleh pihak pabrik pakan seperti minimum kuota produksi dan lainnya. Sehingga petambak dapat langsung menggunakan pakan yang sudah mengandung Sanacore® GM untuk pencegahan WFD. 
 
 
Konsultasi penerapan feed additive kepada pembudidaya dinilai sangat krusial oleh Martha. Pasalnya jika cara aplikasi yang kurang tepat akan berdampak pada efek manfaat dari produk feed additive. Selain di Indonesia, Sanacore® sudah digunakan di beberapa negara lain melalui banyak sekali tahapan penelitian. Tetapi Martha tidak memungkiri jika setiap area memiliki lingkungan bahkan pola dan sistem budidaya yang berbeda-beda. Karenanya pihaknya akan terus memberikan konsultasi kepada para pengguna agar memberikan hasil yang maksimal. TROBOS/Adv
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain