Kamis, 3 Oktober 2019

Workshop Konvensi Sertifikasi Awak Kapal Perikanan

Workshop Konvensi Sertifikasi Awak Kapal Perikanan

Foto: dok.STP-Jakarta


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Sekolah Tinggi Perikanan (STP), satuan pendidikan tinggi Kementerian Kelautan dan Perikanan, menjadi tuan rumah Launching dan Workshop Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pengesahan Konvensi Internasional Standar Pelatihan, Sertifikasi dan Dinas Jaga Bagi Awak Kapal Penangkap Ikan (STCW-F) 1995.

 

Launching dan Workshop bertema "Optimalisasi Implementasi Konvensi STCW-F 1995 di Indonesia" dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (2/10/2019), di STP Jakarta.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama tiga kementerian, yakni Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang bersinergi guna meningkatkan perlindungan dan kompetensi dari awak kapal penangkapan ikan selama di laut.

Konvensi STCW-F (Standards Of Training, Certification And Watchkeeping For Fishing Vessel Personnel) 1995 berkontribusi dalam mengurangi korban jiwa akibat kecelakaan di laut. Di antaranya melalui antisipasi kecelakaan akibat human error atau kesalahan manusia.

Menurut Menko Maritim, sebagai pembicara kunci acara tersebut, peningkatan kompetensi perlindungan awak kapal penangkapan ikan merupakan hal yang penting guna menyelaraskan upaya pemerintah yang ingin membuat industri perikanan sebagai salah satu soko guru perekonomian nasional.

Ia mengatakan, peraturan penting dibentuk untuk meningkatkan kemampuan awak kapal melalui standardisasi pelatihan dan pendidikan. "Kita mau ada standar-standar khusus. Standar yang ada sekarang sudah diteken Presiden (Joko Widodo) dan masuk standar internasional," ujarnya.

Luhut juga mengatakan, "Ini harus kita perhatikan, agar awak kapal penangkapan ikan bisa terhindar dari D3 (dirty, dangerous, difficult), diharapkan ke depannya menjadi C3 (clean, clear, competent).”

Ia menegaskan agar berbagai pilar perlindungan perlu dilengkapi dengan penguatan regulasi, seperti diberlakukannya Perpres Nomor 18/2019 tersebut. "Seluruh K/L (Kementerian/Lembaga) agar bisa menindaklanjuti implementasi amanat konvensi ini," ungkapnya.

Menko Maritim juga menegaskan agar upaya tidak hanya seremonial saja, tetapi berbagai pihak terkait juga mengecek pelaksanaan di lapangan.

Usai pelaksanaan launching, acara dilanjutkan dengan diskusi panel oleh empat kementerian dengan tema Implementasi Pengesahan Konvensi STCW-F 1995 dalam rangka Penguatan SDM Bidang Kemaritiman (disampaikan oleh Kemenko Maritim), Dukungan Kemenhub dalam Implementasi Pengesahan Konvensi STCW-F 1995 (disampaikan oleh Kemenhub), Kesiapan KKP dalam Implementasi Pengesahan Konvensi STCW-F 1995 (disampaikan oleh KKP), Dukungan kebijakan terhadap pengembangan SDM sektor Kelautan dan Perikanan (disampaikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / BAPPENAS).

Acara ditutup dengan penghormatan dan doa bersama bagi (Alm) Djodjo Suwardjo, Ketua STP Tahun 2012-2013, sebagai salah seorang yang mendedikasikan diri pada proses percepatan ratifikasi Konvensi STCW-F 1995. Beliau meninggal dunia pada 27 Juni 2018. ist/meilaka

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain