Minggu, 8 September 2019

Pelatihan Intelijen untuk Penyidik Kelautan dan Perikanan

Pelatihan Intelijen untuk Penyidik Kelautan dan Perikanan

Foto: illustrasi/dok.KKP


Bandung (TROBOSAQUA.COM). Guna mendukung tugas penyidikan tindak kejahatan perikanan, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan mendapatkan pelatihan peningkatan kemampuan teknis intelijen di Pusdik Intelkam POLRI, Bandung.


 

KKP merilis, pelatihanyang dibuka oleh Pelaksana Tugas Direktur Penanganan Pelanggaran, Ditjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Eko Rusdianto ini diikuti oleh 30 PPNS Perikanan yang terdiri dari 4 orang PPNS Pusat Ditjen PSDKP, 14 orang PPNS lingkup UPT Ditjen PSDKP dan 12 orang PPNS Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/kota/Kabupaten, Mereka mendapatkan materi dengan pola 120 jam pelajaran.


 

Eko Rusdianto menjelaskan modus kejahatan di bidang perikanan semakin beragam dan semakin kompleks. Kejahatan di bidang perikanan bukan lagi terbatas pada IUU Fishing yang dilakukan oleh kapal – kapal ikan asing. Tidak kalah serius adalah tindak kejahatan destructive fishing dengan menggunakan bom, racun/sianida dan setrum yang berdampak serius terhadap sumber daya ikan dan lingkungannya.


 

“Selain itu dalam beberapa kasus, kejahatan di bidang perikanan juga diikuti dengan kejahatan terkait lainnya diantaranya, penyelundupan narkoba, people smuggling, pemalsuan, money laundry dan lain sebagainya,” Ungkap Eko


 

Disamping kasus kapal ikan asing yang tertangkap tangan, penyidik perikanan perlu juga memfokuskan pada pengungkapan kasus kejahatan perikanan yang berawal dari pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Diantaranya kasus pelanggaran daerah penangkapan ikan melalui pemanfaatan data tracking VMS, kasus destructive fishing, perdagangan benih lobster, perdagangan jenis ikan yang dilindungi.


 

“Termasuk pula kejahatan terkait pengelolaan wilayah pesisir dan pulau –pulau kecil diantaranya yaitu penyalahgunaan tata ruang pesisir, reklamasi, mangrove, BMKT dan lain sebagainya yang membutuhkan bantuan operasi intelijen,” lanjut Eko.


 

Ditjen PSDKP selaku garda terdepan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan secara kontinyu telah memperkuat SDM PPNS Perikanan untuk menjawab tantangan pemberantasan kejahatan perikanan yang semakin kompleks. Caranya melalui pembentukan PPNS baru maupun pelatihan peningkatan kemampuan penyidikan yang dikerjasamakan dengan POLRI. ist/ntr

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain