Jumat, 6 September 2019

Akses Permodalan untuk Nelayan Perbatasan

Akses Permodalan untuk Nelayan Perbatasan

Foto: ist/dok.KKP


Sebatik (TROBOSAQUA.COM). Nelayan di perbatasan negara dan pulai-pulau terluar memerlukan bantuan akses permodalan untuk mengembangkan usahanya.


 

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan lembaga keuangan bank dan non bank untuk hal ini. Akses pendanaan tersebut juga bagi nelayan yang berada di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar.


 

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, M Zulficar Mochtar mengatakan, upaya itu merupakan bagian dari pilar kesejahteraan pembangunan kelautan dan perikanan, di samping 2 (dua) pilar lainnya yaitu kedaulatan dan keberlanjutan.


 

"Tiga pilar pembangunan kelautan dan perikanan itu saling terkoneksi. Kita tahu KKP telah dan terus memberantas illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF) agar keberlanjutan sumber daya ikan terjaga. Kini ikan banyak, nelayan tidak perlu mencari ikan, mereka menangkap ikan yang berlimpah," tutur Zulficar.


 

Pemberian fasilitas akses permodalan salah satunya dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Pekan Nelayan Perbatasan Bangkit yang digelar 2 – 4 September 2019 di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.


 

SKPT Sebatik sangat strategis untuk mengakselerasikan perekonomian lokal, karena merupakan lambang kedaulatan di perbatasan. Terlebih SKPT Sebatik juga berada di kawasan perairan yang kaya yaitu WPP (wilayah pengelolaan perikanan) 713 dan 716 dengan tingkat pemanfaatan yang masih bisa dioptimalkan.


 

Hasilnya, nelayan Sebatik sudah mengakses pendanaan sebesar Rp 8.617.500.000 kepada 171 debitur hingga akhir Agustus. Sedangkan total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perikanan Tangkap Tahun untuk keseluruhan Kalimantan Utara mencapai Rp35.823.978.085 di Provinsi Kaltara untuk 1.508 nelayan.


 

“Permodalan nelayan melalui KUR ini mampu menghilangkan kendala-kendala bahwa nelayan kecil itu minim modal, minim sarana prasarana, dan lainnya. Kita pertemukan nelayan dengan perbankan, kita ubah pola berpikir mereka yang menganggap pengajuan modal dari perbankan itu rumit,” imbuh Zulficar.


 

Pojok Pendanaan Nelayan

Pojok pendanaan nelayan di SKPT Sebatik menjadi tempat bertemunya nelayan dengan petugas terkait. Diantaranya penyuluh perikanan, petugas konsultan keuangan mitra bank (KKMB), Pendamping Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP), maupun dengan Account Officer lembaga keuangan.


 

Mereka mendampingi proses pengajuan kredit sehingga permasalahan-permasalahan permodalan nelayan dapat diatasi."Kini nelayan tak perlu jauh-jauh lagi. Semua tersedia dan dapat diakses di SKPT," tegas Zulficar.


 

Peresmian pojok pendanaan nelayan SKPT Sebatik juga dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltara, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan, Kepala Unit SKPT Sebatik, Perwakilan Lembaga Keuangan (BNI, BRI, Mandiri, Bank Kaltimtara, PT Pegadaian, dan BLU LPMUKP); PT Jasindo, dan BPJS Ketenagakerjaan.


 

Plt Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Syahril AR menjelaskan, kegiatan Pekan Nelayan Perbatasan Bangkit menjelaskan kegiatan ini tak hanya memberikan fasilitas akses permodalan dan asuransi nelayan, tetapi juga permudah nelayan dalam pengurusan perizinan bagi kapal.


 

“Sebagai nelayan di pulau terdepan Indonesia, pemerintah terus mendorong agar nelayan di sini semakin berdaya dan menjadi ujung tombak penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan melalui SKPT Sebatik,” tutupnya. ist/ntr

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain