Jumat, 6 September 2019

Upaya Perluasan Kawasan Minapadi

Upaya Perluasan Kawasan Minapadi

Foto: ist/dok.DJPB-KKP


Yogyakarta (TROBOSAQUA.COM). Pemerintah terus mengupayakan untuk memperluas kawasan minapadi di indonesia. Provinsi DIY menjadi salah satu target pengembangan kawasan minapadi tersebut.

 

KKP memilih kabupaten Bantul sebagai sasaran pengembangan minapadi di DIY melalui percontohan minapadi seluas 15 ha pada TA 2019. Paket yang diberikan kepada kelompok Dwi Manunggal yang beranggotakan 30-40 orang itu senilai 450 juta rupiah.

 

Bantuan sebesar itu diwujudkan dalam bentuk benih Ikan nila strain unggul ukuran 6-8 cm sebanyak 300 ribu ekor, 15 ton pakan terapung. Paket bantuan itu dilengkapi dengan prasarana dan sarana lainnya berupa pembuatan caren, pemagaran, peralatan perikanan, serta pendampingan.

 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto di kawasan Minapadi kab Bantul. Kamis (5/9) mengatakan Bantul memiliki pasokan sumber air yang cukup dan lahan persawahan yang luas. Untuk itu, menurut Slamet, potensi besar ini harus dapat dimanfaatkan dengan menggenjot nilai tambahnya melalui usaha minapadi.

 

"Pengenalan konsep minapadi di kabupaten Bantul, saya rasa akan memberikan efek ganda bagi masyarakat. Artinya yang semula hanya mengandalkan hasil panen padi, maka dengan minapadi, masyarakat akan punya tambahan pendapatan dari penjualan ikannya. Ini sangat potensial untuk mendongkrak ekonomi masyarakat,” ungkap Slamet.

 

Minapadi dapat meminimalkan serangan hama pada padi, selain itu kotoran dari ikan juga menyuburkan padi, sehingga terjadi hubungan yang mutualisme. Minapadi juga tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida, sehingga produk padi yang dihasilkan bersifat organik. Saat ini padi organik memiliki nilai jual tinggi, karena tergolong kategori premium,” Jelas Slamet.

 

Slamet menambahkan, para ahli telah melakukan penelitian bahwa budidaya ikan sistem minapadi tidak mengurangi produktifitas padi. Bahkan sistem ini mampu meningkatkan hasil panen padi hingga 2-3 ton/ha per musim tanam, sehingga akan meningkatkan pendapatan petani baik pendapatan dari padi maupun pendapatan dari ikan.

 

Hal yang menarik menurut Slamet, bahwa selain itu, ke depan lokasi minapadi ini dapat juga dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai lokasi agrowisata yaitu pariwisata berbasis lahan pertanian atau perikanan. Lokaso minapadi lain, misalnya di Sukabumi, Samberembe - Sleman, dan Bali kini sudah menjadi objek wisata pedesaan.

 

"Daerah-daerah tersebut dapat menjadi contoh bagaimana pengelolaan kawasan minapadi dapat menggerakan sektor lain seperti wisata dan edukasi. Selain minapadi saat ini juga berkembang mina cabe, dan juga mina terong. Mina cabe bisa dilihat di Dusun Samberembe Sleman ,” jelas Slamet.

 

Untuk mengoptimalkan pengembangan minapadi KKP juga memberikan bantuan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) di Kab Bantul. UPR ini bertugas untuk menyediakan benih ke pada pembudidaya minapadi dan pembudidaya lainnya.cAdapun bantuan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) senilai 200 juta diberikan kepada kelompok Mina Harapan Sejahtera yang beranggotakan 30-40 orang.

 

Pulung Haryadi, Asisten III Bupati Bantul menyampaikan percontohan minapadi ini merupakan yang pertama di Bantul. “Tadi kita lihat bersama bahwa ikan yang dipelihara terlihat sehat dan besar, insyaallah akan memberikan hasil yang bagus. Saya berharap kelompok dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik sehingga bisa menjadi contoh bagi kelompok-kelompok lainnya,” tutur Pulung.

 

Sementara itu, Subandi ketua kelompok Dwi Manunggal menyatakan siap untuk menyukseskan program minapadi di Kabupaten Bantul.

 

Benih nila yang kami tebar 1,5 bulan yang lalu, kami targetkan mampu menghasilkan panen 1,2 ton. Dengan pendampingan teknis yang dilakukan oleh KKP melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi serta penyuluh perikanan setempat, kami optimis target yang kami dapat tercapai,” ungkap Subandi.

 

Sejak 2016 hingga 2018, KKP telah mengembangkan percontohan minapadi di lahan seluas 580 ha, tersebar di 26 kabupaten seluruh Indonesia. Untuk tahun 2019, DJPB sedang mengembangkan lagi di lahan seluas 400 ha yang tersebar di berbagai daerah, salah satunya di desa Tamanan, kabupaten Bantul DIY.

 

Khusus di Provinsi DIY, lahan minapadi telah mencapai 35 ha, masing-masing 20 ha di Kabupaten Sleman dan 15 ha di Kabupaten Bantul yang semula tidak ada sama sekali. ist/meilaka

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain