Selasa, 6 Agustus 2019

APPIK Lindungi Pembudidaya Ikan Skala Kecil

APPIK Lindungi Pembudidaya Ikan Skala Kecil

Foto: ist/dok.DJPB-KKP


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Program Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK) yang diluncurkan pemerintah sejak 2017 sasarannya diperluas dengan menambah  budidaya lele sebagai usaha komoditas yang dijamin.

 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam sambutannya pada acara launching Asuransi Usaha Budidaya Udang (AUBU) - APPIK 2019 di Jakarta pada Kamis (1/8), mengatakan perlindungan pada budidaya lele menyusul budidaya komoditas udang, nila, bandeng dan patin telah terlebih dahulu dijamin risikonya.

 

Disebutkan Slamet, hingga tahun 2018 program APPIK telah menjangkau 8.918 pembudidaya ikan yang tersebar di 22 provinsi dengan total luas lahan terlindungi mencapai 13.520,67 hektar lahan usaha, dengan total nilai premi asuransi perikanan yang dibayarkan sebesar Rp 4.472.715.000.

 

“Hingga Juli 2019 sebanyak 382 peserta asuransi telah melakukan klaim dengan nilai yang telah settled mencapai Rp 2.004.186.500 untuk lahan budidaya yang tersebar di 26 kab/kota di 15 provinsi. Klaim asuransi yang dilakukan secara umum disebabkan kegagalan produksi akibat wabah virus udang, dan banjir,” urai  dia.

 

Slamet menambahkan pada 2019 program APPIK ditargetkan akan menjangkau 5.000 hektar lahan usaha di 26 provinsi. Dengan tambahan coverage komoditas baru ikan lele diharapkan akan lebih banyak pembudidaya yang merasakan manfaat asuransi.

 

“Tidak menutup kemungkinan perlindungan asuransi ke depan akan menyasar kepada segmentasi usaha dan komoditas lainnya,” tandas Slamet.

 

Program APPIK sendiri, dikatakannya, hadir sebagai wujud komitmen KKP untuk melindungi pembudidaya ikan yang diatur UU No 7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

 

Menurutnya, para pembudidaya khususnya pembudidaya ikan kecil selama ini kesulitan mendapatkan hasil panen berkualitas, mengalami hambatan mendapatkan pembiayaan, serta harga jual rendah, masih menghadapi resiko kegagalan panen. Melalui penjaminan APPIK, Slamet berharap mereka dapat menjadi pembudidaya ikan yang mandiri.

 

Selain perluasan APPIK yang merupakan program bantuan pembayaran premi asuransi bagi pembudidaya ikan skala kecil, diluncurkan pula AUBU yang berskema asuransi komersil. AUBU diharapkan dapat lebih banyak mendorong peran swasta untuk bersinergi dengan pembudidaya melalui dukungan teknologi, termasuk mobile application menuju digital farming. ist/meilaka, ntr

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain