Minggu, 4 Agustus 2019

Bangkitkan Industri Ikan Hias DKI Jakarta

Bangkitkan Industri Ikan Hias DKI Jakarta

Foto: 


Pameran dan kontes ikan hias 2019 merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta membangkitkan industri ikan hias menjadi produk unggulan di ibukota
 
 
Deretan akuarium yang berisi beragam ikan hias terpajang dari ujung ke ujung bangunan tenda roder tempat digelarnya acara pameran dan kontes ikan hias 2019. Area lapangan parkir Mal Plaza Kalibata dipilih menjadi lokasi penyelenggaran acara besar komunitas ikan hias untuk wilayah DKI Jakarta yang digelar dari 31 Juli 2019 sampai 4 Agustus 2019 lalu. 
 
 
Selama 5 hari pameran, total lebih dari 5 ribu pengunjung datang menyambangi pameran yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta ini. Acara mengusung tema “Bangun Industri Ikan Hias di era 4.0”. Didukung oleh Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta dan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP). 
 
 
Kegiatan Pameran dan Kontes Ikan Hias ini merupakan perwujudan dari perhatian pemerintah kepada para pelaku usaha ikan hias, dan diharapkan dapat menjadi ajang pertemuan, diskusi, konsultasi, pemasaran dan peningkatan networking antar pelaku usaha. 
 
 
Rangkaian yang diadakan selama 5 hari ini diikuti oleh peserta pameran terdiri dari pelaku usaha ikan hias, perusahaan swasta bidang perikanan, kementerian ke¬lautan dan perikanan, akademisi  bidang perikanan, komunitas ikan hias dan pembudidaya ikan hias binaan sudin KPKP 5 wilayah kota Administrasi Prov. DKI Jakarta. Seluruh stan berjumlah 53 stand. 
 
 
Acara kontes ikan hias melibatkan panita dari Klub Pembudidaya dan Pedagang Ikan Mas Jakarta (KP2MJ), Komunitas Guppy yaitu Indonesia Guppy Popularize Association (IGPA), dan Asosiasi Betta Indonesia (ABI). Peserta kontes ikan hias mencapai 1.000 ekor ikan yang terbagi dalam sejumlah kategori dari tiap jenisnya. Hadiah yang disediakan bagi para pemenang berupa sertifikat dan uang pembinaan dari Dinas KPKP DKI Jakarta. 
 
 
Bangkitkan Ikan Hias 
Pameran dan kontes ikan hias dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta, Darjamuni. Dalam sambutannya Darjamuni mengucapkan syukur dan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah ikut menyukseskan acara ini. “Tujuan kami menggelar acara ini ingin membangkitkan kembali industri ikan hias yang ada di Jakarta,” ungkapnya. 
 
 
Darjamuni merasakan beban moral, karena pada 1998 sedang jaya-jayanya menyelenggarakan kontes ikan hias di Jakarta, namun sejalan perkembangan dinamika organisasi ada beberapa dinas menjadi 1 sehingga ada beberapa hal-hal yang terlupakan. Setelah itu kegiatan pameran dijalani oleh kelompok ikan hias dan karena tidak langsung dibina oleh dinas, kelompok ikan hias merasa ditinggalkan sehingga sempat dikatakan mati suri. 
 
 
Ia menuturkan, ajang ini merupakan yang pertama diadakan semenjak vakum sejak 2006 silam. Menurutnya, ini merupakan momentum kebangkitan usaha ikan hias di DKI Jakarta. “Kami hanya mengundang (pelaku usaha) skala kecil dengan catatan dari yang kecil-kecil inilah bisa kita tumbuhkan menjadi lebih besar,” ungkapnya. 
 
 
Sebelum membuka acara secara simbolik, Darjamuni berharap acara pameran dan ikan hias ini dapat dilakukan menjadi ajang tahunan. Darjamuni mengaku pihaknya tengah mengajukan permohonan ke Sekretaris Daerah agar pameran dan kontes ikan tersebut dapat terus dilakukan secara rutin. “Insya Allah kita siapkan lagi tahun depan, kalau bisa tingkat nasional dan ditempat lebih besar lagi,” pungkasnya. 
 
 
Darjamuni bercerita, ikan hias sempat populer namun terkendala dengan adanya penemuan varietas baru dan pihak pemerintah tidak mempatenkan langsung. Paling sedihnya lagi dirasakan Darjamuni, varietas tersebut dikirim ke singapura dan Malaysia, kedua negara tersebut yang mempatenkan dan mengakui itu temuan mereka. “Dengan kebangkitan ikan hias ini harapannya dapat membantu Dinas KPKP DKI Jakarta pertemuan di tingkat pusat,” ujar Darjamuni. 
 
 
Generasi Milenial 
Ada beberapa rangkaian kegiatan dalam pameran dan kontes ikan hias ini yaitu temu usaha ikan hias dengan mengusung tema “Upaya Memperluas Pasar Ikan Hias” yang dilaksanakan di Swiss Bell Residence Kalibata (1/8). Kemudian diramaikan juga dengan acara talk show dengan tema “Bangun Industri Ikan Hias di era 4.0” (2/8) di Area Parkir mall Plaza Kalibata. 
 
 
Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja yang ikut hadir dalam acara pembukaan, mengapresiasi langkah Pemprov DKI menggelar acara ikan hias ini. Sjarief mengatakan, acara pameran ini suatu kebangkitan ikan hias dimotori oleh DKI untuk bertransformasi. 
 
 
Ia mengungkapkan, bisnis ikan hias masih dimulai dari bisnis rumah tangga masyarakat secara tradisional. “Dengan era digital 4.0 ini kita mesti mengubah pola pikir kita. Usaha ikan hias tidak lagi eksklusif milik perorangan dan targetnya ekspor tapi milik masyarakat luas yang berarti anak-anak muda,” ujarnya. 
 
 
Sjarief menjelaskan, ikan hias dijadikan suatu komoditas yang menarik untuk kaum milenial. Kalau ikan hias bisa menarik anak muda, bukan hanya bisa menjadi komoditas ekspor tapi juga milik masyarakat. 
 
 
Darjamuni menambahkan, Dinas KPKP DKI Jakarta akan menggencarkan sosialisasi usaha atau bisnis ikan hias kepada generasi milenial. Pasalnya, bisnis atau usaha ikan hias cukup menjanjikan sebagai sumber penghasilan utama maupun tambahan. “ikan hias walaupun kecil bisa meraup dollar sebesar-besarnya,” tandasnya. 
 
 
Beberapa cara untuk mensiasati agar ikan hias kembali bangkit di Jakarta Darjamuni dan Sjarif memberikan upaya agar anak-anak muda yang menjalankan supaya tidak ketinggalan zaman (tidak kuno). Cara lain juga dapat dilakukan dengan mencoba publikasi ikan hias secara luas melalui aplikasi seperti Instagram, facebook, ataupun twitter. 
 
 
Sjarief menjelaskan, ikan hias di Indonesia itu diperdagangkan dunia sekitar 12.500 spesies, bisnis ikan hias nasional hampir 10 juta dollar per tahun ekspornya, padahal spesies di Indonesia dengan turunannya sekitar 4.300 spesies. “Sekarang sudah saatnya jangan sampai ditemukan orang asing lagi, lalu diklaim keluar lebih baik kita angkat tiap tahun launching strain baru. Terus dipublikasikan lewat aplikasi,” ujar Sjarief. 
 
 
Darjamuni mengakui potensi sumber daya air dan lahan di DKI Jakarta sangat terbatas untuk bidang perikanan sehingga diatur strategi pengembangan ikan hias yang cocok dengan keterbatasan ini. Darjamuni berharap dengan diadakan acara Pameran dan Kontes Ikan Hias 2019 ini, ingin ikan hias bangkit sebagai produk unggulan di Jakarta. 
 
 
Acara Pameran ditutup oleh Darjamuni bersamaan dengan diluncurkannya aplikasi “Aquarium Indonesia” yang merupakan hasil karya STP Jakarta. Aplikasi ini berisikan dokumentasi semua biota ikan hias dan tanaman hias Indonesia, serta mewadahi para pembudidaya ikan, pedagang, eksportir dan konsumen Aquaria di tanah air dan bentuk bursa online. Seiringnya waktu dengan aplikasi tersebut ikan hias di Indonesia terdokumentasi, hingga saat ini 801 spesies data yang sudah masuk. 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain