Senin, 15 Juli 2019

Prof. Johannes Hutabarat: Tingkatkan Kecerahan Warna Ikan Hias

Prof. Johannes Hutabarat: Tingkatkan Kecerahan Warna Ikan Hias

Foto: trobos
Prof. Johannes Hutabarat

Penambahan campuran tepung labu kuning (Cucurbita moschata) dan tepung wortel (Daucus carota) pada pelet dapat meningkatan kecerahan warna pada ikan hias. Penelitian penggunaan pigmentasi melalui penambahan karotenoid pada pakan telah diketahui dapat meningkatkan  kecerahan warna pada ikan hias. 
 
 
Tepung labu kuning dan tepung wortel dapat dimanfaatkan sebagai sumber pigmentasi alami untuk ikan hias. Hal ini karena tepung labu kuning memiliki kandungan Cryptoxanthin, sedangkan tepung  wortel merupakan sumber β-karoten. 
 
 
 Keunggulan kedua sumber karotenoid tersebut antara lain karena memiliki kandungan   vitamin, provitamin A, antioxidan, dan mineral. Tepung wortel selain  memiliki kandungan β-karoten dan lycopene yang tinggi, juga memiliki  pH berkisar antara 6,3 hingga 6,4. Karotenoid pada wortel menghasilkan warna orange hingga merah terang, sedangkan karotenoid  pada labu kuning dapat meningkatkan penyerapan provitamin A dan lutein yang memiliki fungsi fisiologis sebagai antioksidan,  dan juga dapat memicu pewarnaan dari  warna kuning hingga warna merah.
 
 
Kandungan karotenoid pada labu kuning dipengaruhi oleh pulp pada daging buah. Warna orange pada labu kuning dipengaruhi oleh chlorophyll, karotenoid, dan anthocyanin. Kandungan karotenoid pada beberapa variasi labu kuning  berkisar antara  10.5 hingga 35.6 mg /100g. Karotenoid pada labu kuning antara lain β-karoten, β-cryptoxanthin, lutein, dan Zeaxanthin. 
 
 
Penambahan karotenoid dalam pakan selain sebagai feed aditif juga dapat meningkatkan kandungan nutrisi,  karena tepung labu kuning dan tepung wortel merupakan salah satu sumber β-karoten alami. Labu Kuning sebagai salah satu sumber β-karoten , mengandung 500 µg /100 g, sedangkan kandungan    tepung wortel sebesar 2.000 µg /100 g. 
 
 
Penambahan tepung labu kuning dan tepung wortel juga dapat meningkatkan kandungan karbohidrat pada pakan ikan. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu, yang menyatakan bahwa labu kuning mengandung vitamin B kompleks, kalsium dan fosfor. Sebagai salah satu sumber karotenoid, terutama β-karoten, labu kuning juga mengandung karobohidrat, dan provitamin A yang berguna juga sebagai antioksidan.
 
 
Kebutuhan karotenoid untuk ikan mas koki adalah sebesar 200 mg/kg yang ditambahkan pada pakan, dengan dosis pemberian pakan berdasarkan bobot biomassa,  kisaran 3 – 5 % /TBB/ per hari,   Frekuensi pemberian 2 - 3 kali per hari disesuaikan dengan kondisi ikan dan media air pemeliharaan terbukti memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan warna orange Disamping itu ikan mas koki juga  memiliki kemampuan untuk dapat memanfaatkan karotenoid dan karoten untuk dirubah menjadi Astaxanthin melalui proses metabolisme.
 
 
Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas peningkatan warna pada  ikan hias adalah   faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh ikan yang sifatnya tetap yaitu faktor  genetik. sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar tubuh ikan yaitu kualitas air, cahaya, dan pakan yang mengandung nutrisi yang  tinggi dan sumber karoten. 
 
 
Warna pada ikan berhubungan dengan sel pigmen pada kulit. Terdapat dua sel khusus yang memberikan warna pada ikan, yaitu kromatofor dan iridosit. Kromatofor terletak pada dermis kulit yaitu sisi luar ,  diantara sisik serta mengandung butiran pigmen sebagai sumber warna.  Pigmen dalam kromatofora juga bisa tersebar atau diaglomerasi di pusat kromatofora, tergantung pada faktor seperti suhu, cahaya, atau hormon. Dispersi dan aglomerasi dari butiran pigmen menghasilkan perubahan warna seperti yang terlihat pada beberapa spesies ikan yang mampu untuk memodulasi warna kromatofor.
 
 
Pelet dengan penambahan campuran tepung wortel dan tepung labu kuning sampai sebesar 100 % dengan perbandingan 1:1,  memberikan hasil yang terbaik untuk  ikan  koi. Hasil uji tingkat warna pada ikan koi dengan test  DMRT, menunjukan bahwa  hasil terbaik pada  rata-rata hari ke 15 adalah 19,26 sedangkan rata-rata pada hari ke 30  adalah sebesar 21,37. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan 30 % hingga 100 % tepung wortel dan tepung labu kuning pada pelet yang diberikan 2 kali sehari sebanyak 10 % dari bobot ikan memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan warna pada ikan koi.
 
 
Hasil penelitian yang lain  juga menunjukkan bahwa penambahan 10 % tepung labu kuning dan 5 % tepung kepala udang dalam pakan, memberikan perubahan warna oranye terbaik  (dengan kode warna TC 1017) pada kepala, punggung, dan ekor ikan mas koi.
 
 
 
*Guru Besar Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan
Universitas Diponegoro
 
 
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain