Selasa, 2 Juli 2019

Rehabilitasi Saluran Tambak Rakyat Terus Digulirkan

Rehabilitasi Saluran Tambak Rakyat Terus Digulirkan

Foto: istimewa/google


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Program rehabilitasi saluran tambak rakyat atau biasa disebut Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (Pitap) kembali digulirkan oleh pemerintah.

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mengangkat program ini untuk meningkatkan fungsi jaringan saluran irigasi tambak milik pembudidaya yang mengalami penurunan.

 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, pada acara penandatangan kontrak Pitap tahun anggaran 2019 di Jakata (27/6) menyatakan ada 10 paket di 10 kabupaten dari 10 provinsi menjadi sasaran program tahun ini. Pada 2018 lalu telah disalurkan 18 paket di 8 kabupaten/kota pada 7 provinsi.

 

Setiap paket Pitap menjangkau rehabilitasi saluran tambak sepanjang 3,5 kilometer yang mampu mengairi tambak sekitar 70 ha.

 

"Program yang dimulai sejak tahun 2013 hingga 2019 ini melibatkan peran masyarakat atau Kelompok Penggelola Irigasi Perikanan (Poklina) melalui kegiatan swakelola dan prinsip padat karya. Dengan konsep ini, diharapkan ada peran serta secara langsung serta partisipasi dari masyarakat,” ujar Slamet.

 

Menurut dia, kegiatan Pitap selain untuk merehabilitasi saluran irigasi tambak, juga sangat bermanfaat bagi Poklina dalam memperkuat kelembagaannya.  Selain itu, Poklina berperan sebagai perwakilan dari pembudidaya ikan yang dapat ikut menjadi anggota komisi irigasi di tingkat kabupaten/kota dan menjadi wakil dari pembudidaya ikan dalam pemanfaatan air irigasi.

 

“Semua dukungan ini bermuara kepada ketersediaan air untuk kegiatan budidaya perikanan sehingga terjamin dan teratur setara dengan ketersediaan air untuk pertanian,” ujar Slamet.

 

Slamet mengatakan kepada Poklina sebagai pelaksana Pitap, agar bersungguh-sungguh dalam melakukan rehabilitasi saluran irigasi perikanan serta melakukan perawatan saluran setelah kegiatan Pitap selesai demi kepentingan bersama.

 

“Kita mengharapkan peran Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten/kota dalam memperkuat kelembagaan Poklina tersebut agar dapat duduk dalam komisi irigasi ditingkat kabupaten/kota,” ungkap dia.

 

Selain itu, dinas diharapkan dapat membina, membimbing dan mendorong pembudidaya ikan untuk membentuk kelembagaan dalam pengelolaan irigasi perikanan budidaya.

 

Dukungan Pitap ini akan meningkatkan luas lahan tambak yang mampu mengakses sumberdaya air yang baik. Produksi perikanan budidaya diharapkan akan meningkat.

 

Untuk itu KKP telah melakukan penandatanganan Kerjasama dengan Kementerian PUPR untuk mendukung rehabilitasi dan pengembangan saluran serta tambak rakyat 5 tahun kedepan.

 

Meningkatkan Produksi

Asri Ali, Ketua Poklina Beumerata Lestari, kabupaten Pidie Aceh, yang menerima bantuan Pitap tahun 2015 dan 2016 menyampaikan bantuan ini mampu memperlancar suplai air ke kawasan tambak sehingga produksi naik sebesar 20%.

 

“Dulu saluran irigasi banyak yang dangkal dan tertutup, malah ada irigasi yang kotor, jadi kalau hujan lebat pasti meluap. sangat berdampak bagi aktivitas petani dan petambak, karena lahan akan tenggelam,” jelas Asri.

 

Hal yang sama disampaikan juga oleh Ketua Poklina Mitra Mina dari kabupaten Lombok Tengah, Mariawi. Ia merasakan dampak yang signifikan dengan adanya bantuan Pitap, karena masyarakat dengan swadaya merawat saluran irigasi bersama, sehingga tumbuh kegotongroyongan.

 

“Kalau dulu teknologi yang kami terapkan masih manual, tidak pake kincir, jadi per 50 are hanya dapat 100 kg – 150 kg per siklus. Bantuan Pitap membuat irigasi menjadi lancar, teknologi kita tingkatkan dengan menambahkan kincir dan menggunakan terpal. Jadi sekarang (setiap) 50 are bisa 1 ton produksinya,” ungkap Mariawi.

 

Sejak tahun 2013 hingga 2018, Pitap sudah menggarap saluran irigasi tambak sepanjang 807 km yang melayani tambak seluas 16.238,71 hektar. Tak kurang dari 418 poklina terlibat, dan menyerap tenaga kerja sebanyak 13.028 orang.

 

Untuk menjaga agar saluran yang telah diperbaiki tidak tertutup kembali, Slamet Saya menghimbau agar masyarakat khususnya pembudidaya dapat bersama-sama menjaga lingkungan. “Tidak membuang sampah termasuk plastik ke saluran air maupun sungai,” tutup Slamet. ist/meilaka

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain