Jumat, 15 Maret 2019

Pakan Berkualitas Hasilkan Bandeng Jumbo

Pakan Berkualitas Hasilkan Bandeng Jumbo

Foto: 
Haji Darsam bersama istri

Menggunakan pakan dari Suri Tani Pemuka ikan bandeng tidak hanya pertumbuhannya cepat, tapi juga dagingnya tebal
 
 
 
Desa bandeng di Cangkring, Kecamatan Cantigi, Indramayu-Jawa Barat ramai dengan para warganya yang memiliki tambak ikan bandeng. Mereka sudah sibuk dengan rangkaian jadwal panen bandengnya. 
 
 
Haji Darsam, salah satu juragan bandeng Imlek dari Indramayu, mengarahkan para pekerja yang memanen bandeng sebelum matahari terbit. Pagi masih cukup gelap, namun para pekerja yang panen sudah menyisir lebih dari setengah tambak Haji Darsam yang luasnya mencapai 2 hektar. “Sengaja panen pagi, biar sore sudah sampai Muara Angke Jakarta,” terang Darsam di sela-sela panen itu belum lama ini. 
 
 
Muara Angke adalah tempat utama penjualan bandeng-bandeng Imlek, di sana sudah ada langganan Darsam yang siap membeli bandeng-bandeng Jumbo untuk Imlek. Sore hari di Muara Angke adalah waktu yang tepat untuk memasarkan ikan, karena ikan yang datang pada sore hari tergolong masih segar. “Harganya juga lebih mahal ketimbang yang malam hari,” tambahnya.
 
 
Total sekitar 17 pekerja pun dikerah¬kan untuk memanen bandeng. Mereka men¬arik jaring dari satu ujung tambak ke ujung sisi yang lain. Pekerja yang bertugas menarik jaring berada paling depan. Uniknya mereka menggunakan penutup kepala berupa helm. “Iya, soalnya pernah ada yang pingsan kena bandeng,” ujar Darsam terkekeh mengenang suatu kejadian. 
 
 
Bandeng selesai dipanen ketika ma¬tahari belum beranjak terlalu tinggi. Hasil panen tersebut diangkut ke lokasi packing (pengkemasan) di depan rumah Darsam untuk dilakukan penimbangan dan penge¬pakan. “Saya biasa kirim jam 11. Sampai sana jam 6 (sore). Begitu jam 8 (malam) yang besar-besar udah abis,” ungkapnya. 
 
 
 
Spesialis Imlek 
Untuk menghasilkan bandeng ukuran jumbo, Darsam memiliki berbagai macam trik budidaya. Keuletan dan pengalaman dalam membudidayakan bandeng mem¬buatnya lebih unggul dalam menghasilkan bandeng ukuran besar. Bandeng yang ia hasilkan rata-ratanya bisa mencapai 2 ki-logram per ekor. Sementara pembudidaya lainnya kerap kesulitan mencapai ukuran tersebut dengan waktu yang sama. “Yang lain itu kadang di bawah 1 kilogram per ekor,” katanya. Padahal semakin besar ukuran semakin bagus harganya. 
 
 
Salah satu penunjang utama keber¬hasilan budidaya bandeng ukuran besar adalah kualitas pakan. Sebagai pengguna setia pakan produksi PT Suri Tani Pemuka (STP), menurutnya, pakan STP memberikan efek pertumbuhan yang merata di semua bagian tubuh ikan. “Menggunakan pakan STP itu tidak hanya pertumbuhannya cepat, tapi juga dagingnya tebal,” jelas Darsam. 
 
 
Selain itu, Darsam mengakui bahwa pakan STP memiliki kualitas yang kon¬sisten. Konsistensi tersebut mempermudah Darsam dalam menaksir bobot ikan yang dibudidayakan berdasarkan pakan yang sudah dihabiskan. “Bandeng itu kalo pakannya sudah habis sekian, bobotnya harus sekian. Apalagi pake pakannya pakan MIT B,” ungkapnya sembari menyebut salah satu pakan STP.
 
 
Keberhasilan budidaya bandeng jumbo yang dilakukan Darsam juga disertai dengan sistem budidaya yang mendukung. Darsam mengaku beruntung memiliki area tambak yang lokasinya dekat dengan muara sungai sebagai sumber air payau. “Memang di sini untuk (bandeng) Imlek itu menunjang. Harus tiap hari ganti airnya,” ungkapnya. 
 
 
Pergantian air adalah syarat untuk membuat bandeng lebih nyaman. Paling tidak, kata Darsam, setiap hari harus ada pergantian air sebanyak 30 %. Hal ini akan sulit dilakukan dalam tambak yang luas jika tidak dekat dengan sumber air. “Kalo udah gak bisa ganti air 2 hari aja, ada aja yang stres. Bisa 1 ton (ikan stres) dalam 1 petak itu,” terang Darsam berkaca pada pengalamannya. 
 
 
Untuk menghasilkan bandeng ukuran Imlek memang diperlukan waktu yang sangat lama hingga 1,5 tahun. Menjaga ikan tetap sehat dan tumbuh baik adalah salah satu kunci yang dipegang Darsam. Menurutnya, tantangan budidaya yang dihadapi kerap kali berubah dari waktu ke waktu. Kedepan-nya, Darsam juga berencana untuk menyediakan pompa di tambak sebagai antisipasi tinggi sumber air sungai tidak cukup untuk mengisi tambaknya. 
 
 
 
Pengembangan Bandeng Intensif 
Head of Sales Aquafeed STP Unit Purwakarta, Sutrisman turut bergembira dengan panen yang baru dilakukan oleh salah satu kliennya itu. Ia bersama rombongan mana¬jemen STP lainnya datang untuk menyaksikan proses panen bandeng Imlek tersebut. Menurutnya para petambak di desa tersebut sudah tepat mengembangkan bandeng dengan menyasar pasar untuk Imlek. 
 
 
Ia berharap para petambak di sana konsisten mengembangkan ban¬deng yang sudah jelas pasarnya. Risiko budidayanya sendiri sangat kecil karena bandeng termasuk ikan bandel yang jarang terkena penyakit. 
 
 
Sebagai pemasok pakan ikan bandeng Imlek, Trisman menyatakan bahwa pihak STP akan terus memberikan dukungan kepada pembudidaya seperti Darsam. Selain menghadirkan pakan berkualitas, STP juga menghadirkan pendamping teknis untuk teman diskusi pada customer. Selain itu, ada juga kegiatan rutin seperti saresehan. “Secara teknis kita juga biasa memberikan sarasehan kecil, sepuluh orang,” terangnya. 
 
 
Sebagai pemain besar, Darsam juga sesekali dimintai pendapatnya oleh STP mengenai keluhan dan masukannya. Pendapat dari pelaku yang sudah berpengalaman tersebut menjadi evaluasi bagi STP untuk menghasilkan pakan yang lebih baik dan cocok bagi pembudidaya. 
 
 
Ke depan, sambung Trisman, pi¬haknya berencana untuk mengembangkan budidaya bandeng intensif bersama mi¬tranya. Tujuannya untuk menyasar pasar lain berupa pengolahan bandeng pindang. Sistem intensif ini akan menggunakan kin¬cir dengan kepadatan dua kali lipat. “Dari biasanya 5 ribu ekor per hektar, menjadi 10 ribu per 10 hektar,” tukas Trisman. lTROBOS Aqua/Adv
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain