Jumat, 15 Pebruari 2019

Induk Udang Berkualitas dari Blue Aqua

Induk Udang Berkualitas dari Blue Aqua

Foto: 


Lokasi fasilitas broodstock center yang strategis mengefisienkan biaya pengiriman dan menurunkan tingkat mortalitas indukan pasca pengiriman
 
 
 
Waktu menunjukkan pukul 11.00 siang ketika TROBOS Aqua tiba di Singapura. Kali ini TROBOS Aqua berkesempatan mengunjungi fasilitas broodstock centre (pembesaran induk) untuk udang vanamei yang berlokasi di negara berjulukan The Lion City tersebut. Blue Aqua Breeding Center Pte. Ltd yang kepemilikan sahamnya 50 % milik Blue Aqua International dan 50 %-nya milik Warga Negara Indonesia ini telah diresmikan sejak 1 tahun lalu dan telah mendapatkan izin untuk dipasarkan ke negara-negara pengimpor indukan, termasuk Indonesia. 
 
 
Group President & CEO Blue Aqua International Group, Dr. Farshad Shishehchian menjelaskan, broodstock center ini merupakan salah satu ekspansi bisnis dari Blue Aqua Grup. Menurut Farshad, broodstock menjadi bagian penting dari industri tambak udang di seluruh dunia. “Dalam bisnis ini kita terus berupaya bagaimana bisa lebih efisien, lebih cepat tumbuh, dengan daya tahan hidup lebih lama, pakan lebih efisien, dan lebih tahan terhadap penyakit. Ini juga merupakan compliment (melengkapi) bagi bisnis kami yang lain seperti feed (pakan) dan hatchery (pembenihan),” jelasnya. 
 
 
 
Mudah Diakses 
Salah satu keunggulan dari indukan yang disuplai oleh Blue Aqua adalah lokasi pembesaran indukan atau broodstock centrenya yang sangat mudah dijangkau. Menurut Farshad, hal ini mampu mengefisienkan biaya pengiriman, dan juga kemudahan akses bagi petambak yang ingin mengunjungi fasilitas ini. Sebut saja, kata Farshad, dalam sehari ada beberapa kali penerbangan ke Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia dari Singapura dengan waktu tempuh antara 1,5 – 2,5 jam saja. 
 
 
Ia membandingkan dengan pengiriman broodstock kompetitor yang berlokasi sangat jauh, hingga memakan waktu 50 jam. Kemungkinan yang terjadi bisa saja tingkat kematian dari broodstock (indukan) yang dikirim sangat tinggi karena lamanya waktu pengiriman. Belum lagi tidak adanya pilihan jika indukan yang dikirim tidak seragam atau ukurannya tidak sesuai karena belum cukup umur. “Broodstock center kami bisa menjadi alternatif suplai indukan yang selama ini mungkin hanya dimonopoli satu perusahaan saja,” klaim Farshad. 
 
 
Farshad mengakui, isu biosekuriti masih menjadi perhatian utama dalam proses broodstock center. Oleh karena itu dirinya berani membangun fasilitas broodstock center di Singapura karena belum banyak industri akuakultur yang berkembang sehingga lingkungan relatif lebih aman dari penyebaran penyakit. 
 
 
Kemudahan mendukung pelanggan menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam menjalankan bisnis broodstock center. “Dukungan yang bisa kami berikan adalah kami tidak hanya menjual broodstock tapi juga berupaya mendukung sistem di hatchery pengguna broodstock kami. Kami selalu bertanggung jawab dengan apa yang kami klaim. Dan tentunya karena lokasi yang dekat, akan lebih mudah bagi kami mensupport para pelanggan kami,” klaimnya. 
 
 
 
Riset Teknologi Tinggi 
Indukan yang dibesarkan di fasilitas broodstock center Blue Aqua berasal dari Hawai yang merupakan hasil riset Oceanic Institute, fakultas perikanan terkemuka di Hawai University. Semua proses cross breeding (kawin silang) dilakukan oleh pihak Oceanic Institute tanpa ada campur tangan sedikitpun dari pihak Blue Aqua. “ Mulai dari ukuran benur, dikirim ke Singapura untuk kemudian dibesarkan di sini. Dan kamilah pemegang lisensi indukan ini untuk dipasarkan di seluruh negara Asia, di luar Thailand dan Vienam,” jelas Farshad. 
 
 
Fasilitas broodstock center Blue Aqua terdiri dari beberapa modul yang setiap modulnya diisi 12 tangki untuk pembesaran. Tiap modul biasanya diisi batch pembesaran yang berbeda usia. Dijelaskan Rachmad, Manajer Produksi Blue Aqua Broodstock center, farm modern ini menggunakan teknologi full RAS (Recirculating Aquaculture System). “Tiap tangki diisi 28 kubik air laut yang untuk bisa mengisinya, air lautnya harus beli,” jelas Rachmad. 
 
 
Air laut yang dibeli kemudian difilter dan tiap modul memiliki 1 set filter untuk memfilter air laut agar dapat digunakan hingga proses pembesaran selesai dan induk siap dikirim. “Tiap 1 tangki biasanya akan di isi 4.000 ekor induk yang kemudian disortir hingga sisa 500-1000 ekor yang benar-benar berkualitas. Waktunya kira-kira sekitar 5 bulan sampai mendapat berat yang sesuai untuk dikirim, yaitu sekitar 45 gram per ekor,” jelas Rachmad. 
 
 
Terkait hal tersebut, Farshad menambahkan, penting agar induk yang dikirim sudah cu¬kup umur dan seragam ukurannya. Selama ini mungkin, berdasarkan pengalaman di hatchery, urai Farshad, kebanyakan petambak tidak tahu umur berapa induk yang mereka beli. Bahkan ukurannya seringkali masih di 30 - 35 gram, beda dengan indukan yang dijual Blue Aqua bisa sampai 40 - 65 gram per ekor. Selain itu, selama proses pembesaran, tim Blue Aqua Breeding Center dipandu oleh professor-profesor ahli dari Oceanic Institute yang datang setiap bulan untuk memonitor kesehatan indukan. “Jadi kita pastikan, indukan yang dikirim ke pelanggan adalah yang sudah mature (siap kawin),” tegas Farshad. 
 
 
Walaupun diakuinya dari sisi operasional tidak jauh berbeda dengan perusahaan indukan lain, tetapi Farshad mengklaim sangat serius menggarap bisnis ini. Baginya, operasional yang harus dilakukannya beberapa kali lebih berat karena keterba¬tasan sumber air laut sehingga tentunya tidak boleh main-main untuk menghasilkan indukan yang berkualitas. 
 
 
“Maka itu kami tekankan, kelebihan kami ada pada kemudahan akses, kecepatan pengiriman, ukuran indukan yang lebih besar, dukungan yang maksimal, serta indukan yang high value (berkualitas tinggi). Karena nilai investasi yang kami gelontorkan untuk fasilitas ini tidak kecil. Dan kami yakin indukan kami bisa bersaing dengan produk yang sudah lama ada. Bahkan kami berani menyediakan trial price jika memang diperlukan,” pungkasnya. lTROBOS Aqua/Adv
 

 
Aqua Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain